Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Friday, April 28, 2006
Makan Terpaksa

Anak saya yang satu ini adalah juaranya memutar balik keadaan. Kali ini saya hanya ndobos salah satu contohnya saja, yang setiap kali teringat membuat saya tersenyum geli.

Pada suatu hari -- kata-kata pembuka sebuah cerita yang tak lapuk oleh usia -- anak saya itu ingin makan es krim, padahal pileknya belum sembuh tuntas. Sebagai orang tua -- walaupun masih "tampak muda"-- yang baik, Ibunya tentu saja mencegah dan saya menguatkan pencegahan itu sehingga mencegah menjadi melarang. "Jangan dulu dik, kamu kan pileknya saja belum sembuh betul, nanti sakit lagi" begitu kata Ibunya. Saya pun setuju, karena kalau dia makan itu es krim mesti habis dan saya nggak kebagian, selain karena pileknya itu tadi.

Sang anak lantas memainkan jurus argumentasi untuk mendapat restu Ibu. Sang Ibu pantang menyerah dan jurus otoritas memang sulit dikalahkan. Sang Ibu "menang". Selesai? ... belum!

Sang anak mulai memainkan jurus pengguncang iba, tampang memelas, mulut mecucu metal, dan gaya jalan seperti orang malas, mondar-mandir di depan Ibunya. Kemrungsung tanpa kata-kata.

Hingga akhirnya, runtuhlah pertahanan sang Ibu. "Ya sudah sana dik, kamu boleh makan es krim, tapi sedikit saja ya". Sang anak tidak beranjak, dan air muka masih belum juga berubah. Ibunya berkata lagi "ya sudah sana es krimnya diambil, kamu boleh makan es krim, masak begitu saja nggak bisa ngambil sendiri, sudah sana". Anak saya itu lantas beranjak pelan, dengan gaya malas dan masih sambil mecucu metal, sambil berkata "... ya sudah kalo dipaksa ... " ... ada senyum kecil di ujung bibirnya.


Posted at 01:21 pm by Sir Mbilung

yati
April 29, 2006   07:14 PM PDT
 
yah...dipaksa sih....mau dong! kapan ya ada yg maksa gw maem es krim....hihihi...
Mbilung
April 29, 2006   06:58 PM PDT
 
merahitam: pinter atau minterin Mbak?

koncone mbilung: kok nggak like mother like son Mas?

Dian: lha wong namanya anak Mbak.

r3brina: apa ada hubungannya antara besar daengan seksi Mbak?

johan: manyun sambil merengut, sangar kayak anak metal hi hi hi
johan
April 29, 2006   04:21 PM PDT
 
mas ... mulut mencucu metal itu kayak apa ?
r3brina
April 29, 2006   03:38 AM PDT
 
saya juga sering "dipaksa" makan es krim...... hihihihihi....
Btw sekarang malah jadi kebalik.... jadi yang sering melarang suami kalo mau makan es krim malem-malem....hehehe...khan kalo terlalu besar jadi gak sekseh lagiii...
Dian
April 29, 2006   02:43 AM PDT
 
orang tua indonesia, gak tahan melihat anaknya merengek.saking sayangnya, ya udah sana...

ornag tua disini ?? kebanyakan rules, tetap saja anak2xnya gak respek sama orang laen.

pernah lakiku melihat susternya ponakanku ngejar2x ponakanku untuk ngasi makan. dia langsung heran, anak saya akan saya paksa duduk di kursi yg tinggi, biar gak bisa bergerak!
atau, gak akan saya kasi makan kata dia.ntar kalo lapar juga datang. waaah galak
koncone mbilung
April 28, 2006   04:08 PM PDT
 
lah kan "like father like son" ... kikikik ... :D
merahitam
April 28, 2006   02:16 PM PDT
 
Jadi senyum bacanya. Anak sekarang, pinter-pinter ya. hehehehe...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry