Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, April 29, 2006
Makan Enak

Tidak seperti adiknya yang kalau makan terkadang masih harus dipaksa, sang kakak -- kami memanggilnya Mas -- sering kali harus dipaksa untuk berhenti makan. Berangkat tidur setelah makan malam, tidak menjamin dia bisa tidur nyenyak sampai pagi tampaknya. Maka saya tidak heran jika pada suatu pagi ada piring bekas indomie di kamarnya, "abis laper" begitu ujarnya. Kali ini kelahapan si Mas adalah topik ndobos saya.

Di antara teman-temen sekelasnya, dia tidak termasuk besar, biasa saja. Tingginya juga masih belum menyusul tinggi badan saya, berat badannya juga begitu ... beda tipis. Akan tetapi saya tidak akan bisa mengejar ukuran kakinya dan kelahapan makannya. Ini termasuk luar biasa.

Alkisah pada suatu pagi di akhir minggu si Mas kebingungan karena tukang ketoprak langganannya belum juga lewat. Sang Ibu lantas menawarkan nasi goreng, cara cerdik Ibu memanfaatkan sisa nasi tadi malam. Lahap sekali makannya. Piring bersih dalam waktu singkat dan karena sang adik tidak bisa menghabiskan porsinya, maka piring si adikpun dibuat bersih olehnya.

Belum selesai ternyata, ketika sang Ibu berkata "Mas, kalau masih lapar, itu nasi gorengnya masih ada banyak". Si Mas menjawab dengan patuh "Ya Bu". Lha kok malah diambil semua!! Nasi goreng itu masih tersisa sedikit di piringnya, mulutnya juga masih penuh ketika ketokan khas tukang ketoprak itu terdengar. Dengan mulut masih berisi nasi goreng itu, si Mas berkata " Bu ... aku pesan porsi yang biasa ya!".

Julukan apa yang pas buatnya? Garbage Compactor? Karung bergigi?


Posted at 07:15 pm by Sir Mbilung

Mariskova
May 1, 2006   04:33 PM PDT
 
Hahhahahahaha...........
Yang penting njawabnya sopan toh?
*pengen deh punya anak Karung Bergigi*
tukang ketoprak
April 30, 2006   04:29 PM PDT
 
sebenarnya .. saya sudah mau lewat agak pagi .. cuma disuruh jangan lewat dulu sama si "mas" .. katanya biar ia bisa makan nasi goreng plus ketoprak ... hehehehhe
Dian
April 30, 2006   02:43 AM PDT
 
hwhahhahaha tapi gak ndut khan ?sama, mas hehee
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry