Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Pagi ini saya dibangunkan oleh jeritan hp, ada sms. "Mas, kok ndak nongol toh? birdrace iki ning Wonorejo". Diamput, pagi-pagi kok sudah bikin hati panas. Ya ... mestinya hari ini teman-teman itu sedang sibuk nginceng manuk, ngintip burung, di Wonorejo, Surabaya sana. Lagi ada birdrace (singkatan dari kata birdwatching race), balapan nginceng manuk itu tadi, di tempat birding favorit saya.
Balapan yang agak-agak semprul ini aturan dasarnya sederhana sebetulnya. Pesertanya adalah kelompok, dari mulai 3 sampai 5 orang. Lantas arena pertandingan ditentukan, bisa cuma sak kelurahan bisa juga sak negara. Waktunya, ada yang cuma 8 jam ada juga yang 24 jam, tergantung dari panitianya mau bikin yang berapa lama. Lha, peserta itu lantas mencari (melihat dan mencatat) sebanyak mungkin jenis burung yang ada di dalam arena pertandingan dalam rentang waktu yang sudah ditentukan itu tadi. Burung yang boleh masuk catatan hanya yang burung liar, burung peliharaan ndak masuk itungan. Akhirnya kelompok yang paling banyak lihat jenis burungnya jadi pemenang. Begitu saja.
Mau urik, curang, memasukan jenis burung yang ndak dilihat ke dalam daftar? Oooo ... ya mengundang masalah ini, itu yang curang begini langsung tamat karirnya sebagai pembalap. Bisa-bisa ndak balapan lagi dia seumur-umur. Lantas, hadiahnya apa kalau menang? Bisa macam-macam, kalau panitianya kaya raya bisa dapat teropong, kalau ndak terlalu kaya bisa dapat buku. Sering malah hadiah buat pemenangnya hanya tepuk tangan dan usapan di kepala dari yang kalah saja.
Buat saya sendiri sebenarnya dalam birdrace itu yang paling saya nikmati adalah kumpul-kumpulnya. Menang atau kalah jadi ndak penting, lha wong hadiah pemenangnya juga biasanya lantas digilir kok. Itu buku atau teropong hadiah pindah dari tangan satu ke yang lain, bisa-bisa pemilik aslinya malah ndak kebagian giliran make. Dunianya kaum pengintai burung memang dunia yang rada ndak lumrah kok. Tengok saja website mereka itu di sini, isinya ya cuma burung semua.
Ndobos soal birdwatching begini apa sampeyan ada yang tahu kalau Ian Fleming itu birdwatcher? dan James Bond yang asli itu adalah seorang ornithologist?
Ya sudah, buat yang sedang balapan selamat balapan saja, jangan lupa mandi sesudah balapan, prengus !! Oh iya, Kang Mas Pecas Ndahe, sampeyan apa ikutan balapan di Wonorejo itu?