Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Pulau Jawa itu tanahnya subur, cuacanya bersahabat tak heran jika penduduknya padat. Ada bisul-bisul di wajah Jawa, gunung-gunung api itu, yang setia memuntahkan nanahnya yang lantas menjadi rabuk bagi tanah. Kesuburan yang memaku penghuninya, yang lantas beranak pinak dan menjadi banyak di tanah itu.
Rekahan itu ada di dasar laut pulau yang subur itu. Rekahan yang tak terlihat dalam keseharian kita. Jika rekahan itu beringsut barang setindak saja, tanah yang kita injak pun bergetar. Tanah Jawa yang subur itu kemarin bergetar. Rumah tidak kuasa lagi untuk tetap berdiri gagah. Rumah tidak lagi memberi naungan dan lindungan, dia menelan ... ribuan jiwa jumlahnya.
Udin, Ige, Wasis, Nanang, Edo, Naring, Atik ... mudah-mudahan kalian selamat. Saya yang ada di tempat yang jauh ini, hanya bisa berdoa dan berduka.
Posted at 01:07 am by Sir Mbilung
linda May 29, 2006 12:49 PM PDT Innalillahi wa inna illaihi roji'un
Turut berduka cita atas tragedi yg menimpa saudara2 kita di DI Yogyakarta & sekitarnya. Semoga arwah almarhum & almarhumah mendapatkan limpahan rahmat & ampunan dari Allah SWT. Serta bagi keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran & keikhlasan, amin.