Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, June 03, 2006
Guru Kencing

Tadi malam saya ndak masak, ndak nyuci piring tapi kenyang. Ada teman lama yang datang berkunjung, sudah hampir 10 tahun saya ndak ketemu orang gila satu ini. Lha kok ndilalah beberapa teman juga berminat untuk ikutan ngumpul, maka acara reunian kecilpun digelar, tentu saja dilengkapi dengan acara makan-makan dan saling mentertawakan. Berlima kami semua dan saya yang paling muda (ehmmmm...).

Tiga diantara kami itu termasuk pesohor di dunia mirsani manuk, birdwatching, atau pakai saja istilah yang diberikan Macchiato "melihat burung", termasuk sang tamu. Kamol Komolphalin, pelihat burung dari Thailand, adalah pelukis untuk buku panduan lapangan (field guide) burung-burung di Thailand. Takeshi Taniguchi, pelihat burung dari Jepang juga pelukis untuk buku panduan lapangan burung-burung di Jepang. Richard Grimmett, anak Inggris Selatan yang sekarang cari makan di Jepang, melukis dan menulis buku panduan lapangan burung-burung di anak-benua India.


Kiri ke Kanan : Richard, Kamol dan Takeshi


Tiga orang itu pada suatu masa dulu pernah mengajari saya dengan sangat antusias bagaimana melihat burung dengan baik dan benar. Kamol njelungup ke jurang di Kao Yai karena terlalu antusias mengejar burung rangkong. Richard kesasar karena sangat antusias mencari Golden Eagle di Bavaria untuk saya, sementara Golden Eagle-nya terbang di atas kepala saya yang sedang nunggu sambil ngopi di warung. Takeshi nyemplung kolam karena antusias menerangkan ini dan itu sampai lupa lihat jalan.

Sebagai murid, tampaknya saya itu termasuk golongan murid yang tidak ikut kata peribahasa "guru kencing berdiri, murid kencing berlari" -- kok ya kebetulan gurunya laki-laki semua ya? Lagipula, masak saya disuruh kencing sambil lari-lari. Mungkin peribahasa yang pas buat saya sebagai murid itu adalah "guru kencing berdiri, murid melihat guru kencing", jadi sah-sah saja kalau saya ndak ikut-ikutan njelungup, kesasar dan nyemplung kolam. Apa sampeyan pernah kencing sambil lari-lari?


Posted at 12:35 am by Sir Mbilung

fitri
June 4, 2006   12:08 PM PDT
 
hehe, kencing lari-lari nggak pernah pakde. kencing diem-diem sih sering. itu lho pakde... di kolam renang :) :) :)
johan
June 3, 2006   08:36 PM PDT
 
blepotan donk!
Mariskova
June 3, 2006   07:57 PM PDT
 
Senangnyaaaa... dikunjungi teman...
merahitam
June 3, 2006   07:19 PM PDT
 
Hahahaha...

Gimana kalau diganti gini mas, "Guru kencing berdiri, murid narikin bayarannya". Lah wong muridnya yang malah dapet untung kok.
medon
June 3, 2006   05:19 AM PDT
 
"guru kencing berdiri, murid melihat guru kencing"

setuju banget!! namun bapak/ibu guru agar memaklumi, sebab jika di telaah benar adanya :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry