Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Tulisan Kang Mas Pecas Ndahe soal nujum itu menyadarkan saya bagaimana saya masih dikungkung oleh sebuah dunia yang tak menyukai kejutan. Bagaimana setiap hari saya disibukan oleh ritual-ritual pernujuman untuk melihat masa depan yang hasilnya hanya boleh dilihat oleh segelintir orang saja. Lantas embel-embel jabatan menempel di nama saya yang hanya satu kata itu, saya seorang analis, tukang nujum tanpa kemenyan, rokok lisong, darah ayam cemani atau kemampuan berbicara dengan alam arwah.
Dalam keseharian entah sudah berapa kali saya mentertawakan coretan-coretan tafsir mimpi atau catatan-catatan nomer pelat mobil yang hasilnya dipakai untuk memasang nomor judi buntut, nalo atau toto. Petaruh menjadi miskin sementara sang bandar dan sang dukun menjadi kaya. Jika ada satu atau dua tafsiran sang dukun menjadi kenyataan, maka namanya lantas berkibar sebagai orang sakti, orang yang menguasai ilmu weruh sakdurunge winarah (mampu melihat hal yang belum terjadi).
Orang-orang "sakti" seperti Merlin, Nostradamus, Rasputin, Ronggowarsito atau Putri Wong Kam Fu adalah pesohor pada masanya. Betapa manusia memang selalu mencari para pelihat masa depan itu. Betapa manusia tidak menyukai adanya kejutan, terutama yang tidak menyenangkan. Betapa jimat lantas menyertai keseharian mereka, entah itu disimpan di balik sabuk atau di dalam kutang.
Saya ndak bikin jimat, tetapi syair-syair saya nyaris diperlakukan sebagai jimat. Syair-syair yang lantas diberi stempel sebagai opini untuk kemudian dirembukan. Pilihan lantas dibuat agar apa-apa yang tidak menyenangkan tidak terjadi sementara yang menyenangkan tetap terjadi. Manusia memang tidak menyukai kejutan ..... tetapi mudah-mudahan mereka tidak terkejut jika mereka mengetahui kalau saya itu tidak punya ilmu weruh sakdurunge winarah, lha saya itu cuma ndobos.
Posted at 12:10 am by Sir Mbilung
leo January 30, 2007 06:14 PM PST apa hasil pertandingan boala MONACO lawan SOCHAUX nanti malam
merahitam June 6, 2006 02:24 AM PDT "Manusia memang tidak menyukai kejutan ....."
Ah, siapa bilang mas? Saya suka kok dikasih kejutan. Tiba-tiba dibangunkan, dikasih kue tart sebesar nampan berdiameter 30cm, dikasih kado Eragon. Lain waktu, dikasih kejutan ditraktir makan dan nonton sepuasnya. Lain waktu lagi, dikasih kejutan, sang pacar tiba-tiba nongol di depan pintu kantor...Hehehehe...
mpokb June 5, 2006 08:49 PM PDT ah, aku jadi terkejut...
:P
koncone mbilung juga June 5, 2006 08:34 PM PDT ojo lali sabuk e pakdhe....hehehehe
Mariskova June 5, 2006 03:55 PM PDT Punya ramalan buat saya Pak De? Hehehe....
Orang Jepun spt juga Cina, percaya banget dengan ramalan. Tapi kok mrk bisa tetap maju ya?
siberia June 5, 2006 11:34 AM PDT wah...mungkin mas mbilung berbakat dadi dukun sakti :D
Dian June 5, 2006 03:04 AM PDT ki joko bodo gak disebut ?? hwehehehe...ah dia mah ngeramal sepak bola aja salah !