Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Pilek. Bikin badan cekot-cekot, hidung bumpet tapi pas ndak bumpet jadi banjir, wahing-wahing (bersin-bersin), kepala pusing dan makan ndak enak karena memang saya (masih) ndak bisa masak yang enak. Apa saya ketularan Bang Pi'i yang baru ulang tahun itu ya? Ah ya ndak, lha wong saya belum pernah ketemu dia kok. Saya tidak akan ndobos soal siapa yang telah menyumbangkan, secara sukarela atau terpaksa, penyebab penyakit ini. Saya ndobos soal biangnya saja.
Pilek disebabkan oleh virus, begitu kata bapak dosen virologi saya dahulu yang potongan rambutnya mirip Kang Mas Pecas Ndahe. Lha virus itu, yang masih terus diperdebatkan apakah dia bisa digolongkan mahluk hidup atau tidak, ukurannya kecil se kecil-kecilnya. Sangking kecilnya, untuk melihat wujudnya tidak bisa hanya dengan menggunakan mikroskop cahaya, harus dengan mikroskop elektron .... begitu katanya. "Mahluk" ini sangat sederhana, tidak punya sel, tidak bermetabolisma juga dan cuma berwujud bungkus protein yang membungkus materi genetiknya yang juga sangat sederhana. Untuk berkembang biak, virus memerlukan mahluk hidup lain, mulai dari bakteri sampai manusia. Cilik mekitik, ya virus itu.
Bukan hanya pilek yang bisa ditimbulkan oleh aksi virus. Ulah virus yang bikin heboh antara lain cacar, demam berdarah, ebola, AIDS dan flu burung (menurut saya nama yang pas itu flu ayam). Beberapa penyakit yang disebabkan virus sudah ada obatnya, tetapi untuk pilek .... belum ada sampai sekarang. Obat yang katanya obat pilek itu hanya untuk mengurangi tingkat ketidaknyamanan yang timbul akibat aksi virus, virusnya sendiri ya sehat wal-afiat saja. Hanya sistem kekebalan tubuhlah yang mampu menghancurkan "mahluk" halus ini.
Celakanya, pilek itu gampang menular dan gerbang masuk virus pilek yang paling umum adalah mata dan hidung. Virus pilek ngumpulnya di balik langit-langit mulut antara hidung dan tenggorakan atas (nasopharynx). Dari mata, virus disalurkan melalui saluran buangan kelenjar air mata ke nasopharynx sementara teman-temannya yang lewat hidung langsung menuju sasaran. Nah karena gampang menular itu, saya jadi punya alasan yang sangat mulia untuk tidak masuk kantor.
Bicara soal pilek dan penularannya, saya jadi inget gojekan kere yang rasialis dari temen inggris saya. Dia bilang begini, "ada lho pilek yang nggak menular, namanya pilek skotlandia. Mana bisa kamu dapet virus itu dari mereka, lha wong orang Skotlandia itu pelitnya minta ampun kok".
Posted at 12:41 am by Sir Mbilung
johan June 8, 2006 07:32 PM PDT saya komennya pake masker neh ... biar nggak ketularan :)
fitri June 8, 2006 06:41 PM PDT hmmm, baru denger ini, ada pilek yang rasis :) cepet sembuh ya pakde :D
Na-na June 8, 2006 12:09 PM PDT Pak..mau tau gak cara ampuh untuk sembuh dari pilek??
Gini...caranyaa.. cari teman yang sehat walafiat..tapi sih lebih bagus lagi itu teman mempunyai waktu kerja yang tinggi alias sibuk.. deketin aja..terus bersin2 deh dekat dia..
Berdoa supaya virus mau ikutan nebeng di dia..Kalo berhasill...Coba liat keesokan harinya..kira-kira bapak bisa sembuh ndak .. :D
*dont try this at home..with ur family..danger :p*