Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, June 10, 2006
The Game Has Begun

The greatest game on earth itu sudah dimulai, 1.461 hari setelah Cafu mengangkat piala itu di Yokohama. Milyaran orang, memaku diri atau terpaku di depan layar kaca, atau layar LCD, dan saya adalah salah satunya.

Pertandingan pertama baru saja selesai. Enam gol, tumben ... begitu pikir saya. Biasanya pertandingan pembukaan itu irit gol dan mbosenin. Buat saya pertandingan tadi boleh dibilang seru, agresif, sepak bola menyerang yang menggairahkan. Ulasan pertandingannya ... wah bukan bagian saya itu, baca sajalah di koran atau lihat sajalah di TV.

Gundala, laptop tercinta saya itu, kali ini harus ikut begadangan. Inilah kali pertama saya nonton pertandingan Piala Dunia secara online, lha wong saya ndak punya TV. Entah berapa juta orang yang menyaksikan pertandingan akbar itu secara online. Kekhawatiran bahwa jaringan Internet bakal melting down karena kesibukan mengalirkan data, paling tidak  sampai selesainya pertandingan pertama tadi, belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi.

Empat tahun yang lalu, di Inggris saya juga ndak punya TV dan saya harus bangun pagi-pagi sekali untuk nonton pertandingan langsung di pub terdekat bersama beberapa teman. Sekarang, nontonnya sambil leyeh-leyeh di ranjang dengan laptop di pangkuan. Teknologi memungkinkan perubahan itu.

Puas? entahlah. Rasanya ada yang kurang. Mungkin susana kemeriahan itu, yang tak bisa disalurkan melalui kabel. Kemeriahan ala stadion Siliwangi kala menonton Persib atau nonton Arsenal di Highbury. Teriakan penonton yang mengejek wasit atau pemain lawan di Siliwangi dan teriakan penonton yang mengejek Tottenham Hotspur (musuh bebuyutan Arsenal) di Highbury, siapapun lawan Arsenal hari itu .... who hates tottenham stand up ... who hates tottenham stand up, berulang-ulang.

Mudah-mudahan tak ada kebencian dalam pesta ini yang lantas bermuara pada kekerasan. Apalah artinya pesta, kalau akhirnya pada benjut-benjut.


Posted at 05:06 am by Sir Mbilung

Dian
June 11, 2006   02:51 AM PDT
 
brazil donk....
fitri
June 11, 2006   02:23 AM PDT
 
wah, sama nih sama suami saya. pecinta sepak bola. saya sih nongkrongin pemain2nya yang ganteng aja pakde. hehehe.

selamat menonton!
Mariskova
June 10, 2006   10:36 PM PDT
 
Lhoo, kirain gak ikut begadang?
siberia
June 10, 2006   03:51 PM PDT
 
Mas mbilung, link utk nonton onlinenya bagi dong :) ada kawan yg senasib ama panjenengan :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry