Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Ada satu perkara yang "mengerikan" buat saya di Inggris ini. Perkara makan! walaupun saya itu termasuk karung bergigi, tapi kalau harus makan makanan Inggris kadang saya lebih rela lapar. Sebetulnya perkara ini pernah ditulis oleh Kang Mas Pecas dengan judul Inggris Pecas Ndahe di sini.
Saya ndak berlebihan dalam soal ini, dan ini diakui sendiri oleh orang Inggrisnya. Tengok saja, mana ada kata dalam Bahasa Inggris untuk mengucapkan selamat makan, seperti orang jepang yang selalu ngomong "Itadakimasu" sebelum makan. Orang Inggis malah bikin kartu pos yang menggambarkan betapa seriusnya masalah ini dan membandingkannya dengan negara Eropa lainnya, dan saya mendapatkan kartu pos itu di salah satu toko buku di Cambridge. Berikut potongan kartu itu :
Perancis. Tengoklah, saling bersulang anggur merah, berbagai macam makanan yang tampaknya enak sambil saling mengucapkan Bon appetit!
Jerman. Wiiiih itu bir sak gentong apa ndak goyang itu habis makan, sementara lawannya ditemani segelas anggur putih. Santaaaaaap ...
Italia. Anggur merah dan putih dan tentu saja pasta dengan kuah berminyak zaitun yang mengundang selera. Slurup.
Lha Inggis????!!!! .... Never mind!
Atau paling banter bilang "Would you like some tomato ketchup with your beans dear?"
Hari ini Kang Mas Pecas Ndahe ulang tahun yang ke 42 (banyak amat Mas) ... blog saya ulang bulan yang ke 6 bulan Lha ... makan-makannya di tempat yang ulang tahun
Ralat : ternyata Kang Mas Pecas ulang tahunnya tanggal 14, bukan 15 dan yang ke 41 bukan 42.
Keset? iya itu barang yang biasanya berbentuk segi empat atau oval yang bahannya bisa macem-macem, serat alam atau serat sintetis buat membersihkan alas kaki pada saat memasuki rumah atau ruangan. Di BBC Radio 4, sebelum siaran berita jam 9 pagi ada sebuah bincang-bincang tentang keset (door mat).
Bincang-bincang itu membahas tentang bahaya keset! Walaupun tidak ada statistik yang diutarakan tetapi menurut yang diwawancarai keset yang ada sekarang dan cara pemasangannya tidak memperhatikan kaidah-kaidah keselamatan dan telah menyebabkan banyak orang mengalami kecelakaan dengan akibat yang cukup serius karena tersandung keset. Lantas setelah percakapan yang lumayan panjang soal bahaya keset, yang diwawancara mengusulkan dikeluarkannya sebuah peraturan publik tentang keset untuk menjamin keselamatan publik penggunanya. Dalam peraturan itu harus tercantum cara-cara "pemasangan" keset yang aman dan sertifikasi buat keset yang aman sebelum dijual.
Saya awalnya terpingkal-pingkal mendengar bincang-bincang itu, tapi kalau dipikir-pikir ya ndak terlalu mengada-ada juga itu urusan keset, paling tidak di Inggris dimana jumlah orang berusia di atas 65 tahun lumayan besar dan terus bertambah. Kelompok usia ini menurut orang yang diwawancara tadi merupakan kelompok usia paling rentan terhadap bahaya yang diakibatkan oleh keset.
Sedih juga membayangkan eyang-eyang itu tersandung keset dan kepalanya lantas membentur pintu dengan dahsyat dan lantas cedera yang dialaminya membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Itu kalau tersandung, kalau terpeleset mungkin akibatnya bisa lebih serius.
Ya ... saya nakal, vandal, bengal, bebal ndak bisa dibilangin dan akibatnya saya disetrap oleh pengurus rumah tangga kantor (office manager) di Cambridge, jadi ingat jaman sekolah kalau sudah begini. Ceritanya saya menemukan sebuah kertas himbauan berlapis plastik yang ditempel di atas toilet. Kira-kira isinya meminta para pengguna agar menjaga kebersihan toilet tersebut. Hanya saja, himbauan yang ditulis dalam Bahasa Inggris yang proper -baik dan benar- tersebut mengusik urat jahil saya.
Himbauan itu berbunyi : "PLEASE LEAVE THIS TOILET IN THE STATE IN WHICH YOU WISH TO FIND IT". Lha kok bagian bawahnya seperti diberi ruang cukup untuk saya menuliskan sesuatu. Saya yang masih mengantungi spidol tentu saja tergugah untuk memanfaatkan ruang kosong tersebut, lantas sayapun menambahkan sebuah kata pada himbauan tersebut.
Rapat panjang dan membosankan itu baru saja selesai dan seperti biasanya ada pengumuman ini dan itu dan kali ini sang pengurus rumah tangga kantor yang maju dengan penampakan wajah yang tidak sedap. "Siapa yang menulis kata "California?" di toilet!" begitu katanya dengan nada dingin. Itu ruang rapat langsung meledak dengan tawa dan saya dengan malu-malu mengacungkan tangan sambil mengumpat dalam hati "semprul ... siapa ini tukang ngadunya". Lha ... sang pengurus rumah tangga itu perempuan, masak dia masuk-masuk ke toilet laki-laki, kalau ndak ada yang ngadu mana dia tahu?
Begitulah, saya lantas disetrap buat menghapus tulisan iseng saya itu. Tulisan sudah dihapus bersih, tak ada bekasnya. Saya lalu menunjukan hasil kerja keras saya kepada sang pengurus rumah tangga kantor dan dia tersenyum puas dan dia lantas memberi petuah betapa pentingnya menjaga kebersihan. Ya ya ya ... saya paham dan saya mengaku bersalah.
Malam sebelum pulang saya menyambangi lagi tempat itu karena ada keperluan biologis yang tak bisa ditahan. Lihatlah, himbauan itu sekarang tidak lagi ada tulisan "California?" ... tapi "Nevada?".
Naaaah ini yang namanya berita buat para penggemar burung. Satu lagi jenis burung hadir dalam daftar burung-burung di dunia dan kali ini jenis burung baru ini ditemukan di India, tepatnya di Suaka Margasatwa Eaglenest di Arunachal Pradesh. Kisah "penemuannya" sebenarnya agak panjang dan jenis ini sudah dilihat pada tahun 1995, hanya saja waktu itu burung ini dikira burung Liocichla omeiensis. Tetapi kemudian disadari kalau jenis tersebut hanya ada di Cina dan rumahnya ada 1000 km jauhnya dari Eaglenest.
Pencarian dilakukan kembali dan baru pada bulan Mei 2006, seekor burung yang belum dikenal itu dapat ditangkap, difoto, diukur-ukur, suaranya direkam dan dilepaskan kembali. Dari hasil pencatatan itu diketahui kalau burung tersebut adalah jenis burung baru. Maka sebuah tulisan ilmiah untuk mendeskripsi burung inipun dilakukan yang akhirnya bisa terbit pada di sebuah jurnal ilmiah Indian Birds, Volume 2 No.4 pada bulan Agustus 2006, yang lantas diumumkan pada khalayak ramai pada tanggal 13 September 2006. Untuk sementara burung ini diberi nama ilmiah Liocichla bugunorum sp. nov.
Buat saya yang menarik adalah penemunya dan bagaimana berita ini disiarkan oleh sebuah media di Inggris sini. Penemu burung ini bukanlah seorang ornitolog (ahli burung), Ramana Athreya adalah seorang ahli astronomi yang bekerja di National Centre for Radio Astrophysic di Universitas Pune di India. Athreya adalah seorang birdwatcher. Walaupun ornitolog dan astronom sama-sama menggunakan teropong untuk mempelajari objek penelitiannya, tetapi kaliber teropongnya berbeda. Penemuan besar terkadang tidak memandang latar belakang profesi sang penemu.
Lantas ada apa dengan pemberitaannya? Lha ini dia ... kalau di Indonesia berita begini biasanya masuk dalam kolom lingungan, iptek atau sejenisnya, tidak selalu demikian halnya di Inggris, paling tidak untuk surat kabar yang satu ini. Berita penemuan ini ditulis di halaman 3 harian SUN, dan pada harian ini halaman tiga adalah halaman untuk memajang gambar perempuan yang cuma pakai celana dalam paket hemat ... ini fotonya.
Maaf sederek sedoyo, saya ndak tega memajang potret sehalaman penuh. Saya jadi ingat pada tahun 2001 pada saat saya dan beberapa teman berhasil menyelesaikan sebuah buku tentang burung-burung terancam punah di Asia setelah tujuh tahun pentalitan dan salah satu media yang menulis tentang keberhasilan tersebut adalah Playboy-Jepang. Maka cerita soal buku kebanggaan saya itu-pun lantas dijejer dengan gambar yang ehm ehm slurup begitu.
Sebuah berita di Ipteknya Kompas Cyber Media bikin saya terkaget-kaget dan lantas tersenyum. Berita tersebut berisi tentang ditemukannya burung Sikatan dada-merah (Ficedula parva) di Nepal. Salah satu nama yang disebut dalam berita itu adalah Hem Sagar Baral, lha ini manusianya sedang duduk di sebelah saya dan berita itu langsung saya tunjukan ke dia. Kaget juga dianya karena berita lawas itu akhirnya sampai juga ke Indonesia dan sesudahnya kami sama-sama tertawa.
Judul berita-nya "Ditemukan Spesies Burung Baru di Nepal". Saya tadinya mengira ada spesies burung baru (untuk science) yang ditemukan di Nepal, ternyata itu "spesies lama" hanya saja "baru" dilihat di Nepal pada tahun 2002, jadi ya sudah basi juga beritanya dan judulnya kok agak missleading.
Sebetulnya yang bikin saya geleng-geleng itu kenapa berita yang sudah agak usang begini bisa dimuat di sebuah media (yang bisa dikatakan terkemuka) di Indonesia. Menengok kembali arsip-arsip berita seperti ini ada kecenderungan berita soal temu menemu begini dimuat jika sumbernya dari luar (mudah-mudahan saya salah). Jika penemuan seperti ini memang layak muat, ada banyak penemuan model begini yang lebih baru dan lebih dahsyat yang dilakukan oleh anak-anak Indonesia di Indonesia. Kemana cerita-cerita itu?
Kembali ke soal burung "tidak istimewa" tadi, sebenarnya Sikatan dada-merah adalah burung yang cantik, imut-imut dengan tingkah yang menggemaskan. Hanya saja burung ini ada di mana-mana di belahan bumi utara, tidak pula terancam punah. Tetapi soal layak berita, entahlah, saya sendiri bukan dari kalangan media. Kalau saya orang media maka burung yang saya beritakan tentu saja yang memiliki cerita dahsyat seperti burung Vulture (burung pemakan bangkai) di anak benua India misalnya.
Vulture (Gyps indicus, Gyps bengalensis dan Gyps tenuirostris) yang jumlahnya di alam merosot lebih dari 90%. Burung yang tadinya bisa dengan mudah dilihat di angkasa India tiba-tiba menghilang. Orang-orang melaporkan bagaimana burung-burung ini jatuh dari pohon dan dari angkasa ... mati begitu saja. Akibatnya, bangkai-bangkai sapi (di India sapi adalah hewan suci yang tidak dimakan) begelimpangan di banyak tempat dan membusuk. Pemakan bangkai sapi menghilang dan bangkai sapi menumpuk. Tidak hanya itu, kaum Parsi di India juga panik. Kaum Parsi tidak menguburkan jasad kerabatnya yang meninggal dunia, tetapi membiarkannya untuk dimakan burung Vulture. Jika tidak dimakan burung, maka kematiannya tidaklah sempurna.
Lantas, kenapa pula burung-burung Vulture itu pada mati begitu? penyakit? Ternyata tidak sodara-sodara, ini karena kerjaan manusia juga. Hewan-hewan ternak di sana diberi obat yang namanya Diclofenac untuk mengobati inflamasi dan demam pada ternak. Karena hewan ternak tersebut pada akhirnya menjadi santapan burung Vulture, Diclofenac menumpuk di tubuh burung-burung tersebut dan mengakibatkan gagal ginjal hingga burungnya mati.
Ada banyak sebetulnya cerita yang berkisah tentang bencana ekologis begini (Paklik Zam, ini bencana atau hazard?), hanya saja sering kali berita begini terpendam oleh berita-berita lain ... termasuk berita lucu-lucuan tentang burung "ndak penting" itu.
Pesawat terbang berpenumpang dan masih penuh bahan bakar dipakai buat meruntuhkan gedung bertingkat dan sejak itu segalanya berubah. Pulau yang aman damai, dilukai dengan ledakan, banyak nyawa melayang dan sejak itu semuanya berubah. Bus kota berwarna merah berlantai dua yang menjadi aikon itu diledakan dengan banyak penumpang di dalamnya, dan sejak itu semuanya berubah. Negara yang berdaulat tiba-tiba dimasuki oleh anasir asing lengkap dengan senjatanya, diserang, diledakan, ada banyak kematian di mana-mana, dan sejak itu semua berubah. Perubahan-perubahan yang seperti ini membuat hidup banyak orang menjadi lebih sulit.
Rapat tahunan kantor yang resminya dimulai tanggal 11 September, lantas dimulai dengan doa untuk dunia yang lebih baik. Melirik-lirik di tengah doa ... lihatlah ... ada kepala-kepala orang dari 40-an kebangsaan dengan beragam agama yang sedang menunduk. Saya kok optimis kalau di dunia masih ada (dan banyak malah) kebaikan. Kita memerlukan perubahan untuk menjadi lebih baik, dan orang-orang baik bisa membuat perubahan menuju sesuatu yang lebih baik.
Indonesia punya Landak (Hystrix sumatrae, Hystrix javanica, Hystrix crassispinis, Hystrix brachyura, Trichys fasciculata dan Trichys macrotis), Inggris punya Hedgehog (Erinaceus europaeus). Keduanya bertampang mirip, hanya saja keduanya tidak berkerabat. Kalau Landak itu hewan pengerat, Hedgehog itu lebih dekat kekerabatannya dengan cecurut/celurut yang pemakan serangga.
Lha ini saya ndobos soal Hedgehog karena tadi pas pulang dari kota ceritanya lewat lapangan dan ada pagar tanamannya (hedge), pas nyebrang jalan terjadilah peristiwa itu. Saya menjadi saksi mata peristiwa tabrak lari, sebuah mobil sedan menabrak hedgehog. Sang Hedgehog yang mlintir, tidak langsung tewas. Saya sebagai penyaksi sudah berusaha menolong, termasuk memberikan cpr (cardio-pulmonary resuscitation) dengan acuan jaman pramuka dulu. Kalo sampeyan pernah nyium duren ... ya kayak gitu rasanya, hanya beda bau. Gagal memang ... Sang Hedgehog tewas akhirnya, dan jasadnya saya pindahkan saja dari jalan. Tidak saya kubur, biar jadi "santapan" gagak atau hewan lain ... circle of life.
Ini mesti Hedgehog jantan atau kalaupun betina pastinya masih muda, karena pada bulan September begini biasanya yang betina sibuk memelihara anaknya yang jumlahnya bisa sampai lima sekali melahirkan. Kalaupun Hedgehog betina keluar, mesti anak-anaknya ikut ... yang satu ini sendirian saja. Hedgehog jantan ndak ikut-ikutan dalam hal membesarkan anak. Selain itu, ini mesti Hedgehog aneh, biasanya mereka hanya keluar pada malam hari untuk mencari makan.
Hedgehog yang pemakan serangga ini katanya makin menyusut jumlahnya di Inggris karena rumahnya berhilangan. Selain itu, hewan yang seharinya bisa menyantap sampai 200 gram serangga ini mulai kehilangan makanannya karena perubahan cara bertani di Inggris. Penggunaan bahan kimia pembunuh serangga juga membuat hewan ini ikut keracunan. Selain itu, angka "kecelakaan lalu lintas" bagi Hedgehog kayaknya juga tinggi. Sering juga saya menemui Hedgehog di jalan raya dalam keadaan rata dengan jalan, terlindas roda dengan telak itu mestinya.
Tingginya angka kematian Hedgehog bisa dilihat dari angka harapan hidupnya di Inggris sini. Katanya Hedgehog bisa sampai berumur 10 tahun, tapi ini kasus yang luar biasa. Biasanya angka harapan hidup Hedgehog di Inggris hanya 3 tahun, bahkan banyak yang mati sebelum ulang tahun pertamanya. Kalau anak Hedgehog kurang makan sehingga tubuhnya kurus, dia tidak akan bisa bertahan selama tidur musim dinginnya (masa hibernasi) ... mati kelaparan saat tidur. Terbayang sudah bagaimana sibuknya sang induk Hedgehog pontang-panting mencari serangga untuk makan anak-anaknya dan dirinya sendiri sebelum musim dingin tiba. Sementara pada saat yang sama makanan mereka juga terbantai oleh bahan-bahan kimia pembunuh serangga, rumahnya digusur dan bisa jadi korban tabrak lari setiap saat.
Kok rasa-rasanya di suatu negara sana, ada juga yang nasibnya mirip-mirip dengan ini, bedanya di negara itu yang bernasib begini namanya manusia ... hiks.
Acara bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi-nya selesai sudah, lantas terpikir untuk duduk berleha-leha di pinggir kali sambil baca buku.
Berangkat ke kali berbekal buku dan kudapan dan tiba di sana hanya untuk kecewa. Itu pinggiran kali sudah penuh orang. Dari yang mancing sampai yang hanya duduk-duduk ndlongop. Sudahlah ... jalan-jalan saja ke pusat kota.
Idem ... sama ramainya, malah mungkin lebih ramai dari pinggiran kali, sebagian besar turis kayaknya, omongan mereka ndak saya mengerti. Lha...itu rombongan turis Jepang dengan pemimpin rombongan membawa tongkat dengan papan nama bertulisan kanji ... haiyaaah ... nggruduk kayak rombongan anak ayam ngikuti induknya. Wilih, itu tentengannya kayak orang baru belanja bulanan.
Lha ... pasar "tradisional" di Market Street juga penuh orang. Penjual bonbon langganan itu buka juga hari Minggu begini. Aaah, anak-anak muda Spanyol, riuh-rendah suaranya padahal cuma beli es krim dorong. Ada rombongan jepang lagi, pada sibuk foto-foto. Ah, satu keluarga dari India, bercakap sambil goyang-goyang kepala, "sang Ibu" berpakaian sari sambil mendorong kereta bayi. Di mana para pengamen jalanan? ndak kelihatan dari tadi.
Coba saya masuki lorong kecil yang di ujungnya ada kedai kopi kesukaan saya itu. Busyet dah, penuh orang juga, balik kanan! Toko buku sajalah ... penuh juga. Ke pertokoan Lion Yard? lupakan saja, pasti penuh orang juga. Cambridge ... sudah jadi kota yang sesak, apalagi di musim panas dengan udara cerah begini. Kembali ke rumah sajalah.
Pemandangan dari kamar bagus juga kok. Leyeh-leyeh di kamar saja ditemani teh Earl Grey, sebungkus besar coklat ... mari blogwalking. Hmmm ... apa kabarnya Mas dokter Tito sekarang ... oooh masih makan sumbangan.
Pestanya berlangsung "meriah" ... atau buat saya "brisik" tepatnya, kuping bedengung dahsyat sesudahnya, sampai sekarang ya masih. Lha wong saya itu pada dasarnya manusia pencinta ketenangan dan kedamaian, mak jreng disuguhi live music dari jamannya akhir 60-an - awal dan pertengahan 70-an ... berdentam hebat itu ruangan dengan Beatles, Rolling Stones, Led Zeppelin dan tentu saja ... lagu-lagu band asli Cambridge, Pink Flyod. Belum lagi lampu yang berkejap-kejap dengan kejamnya memicu migrain. Maklumlah, keriaan ini untuk merayakan ulang tahun ke-50 buat 3 orang teman sekantor.
Menyesal datang? ya dan tidak. Dari daftar peserta pesta yang hadir, saya hitung ada orang-orang dari 35 negara malam itu dan sebagian besar saya kenal. Teman-teman lama satu tempat kerja yang kebetulan sedang ngumpul di Cambridge untuk acara pertemuan tahunan. Tukar menukar cerita berlangsung dengan suara yang makin lama harus makin keras ... sesuai dengan kerasnya suara musik, yang kadang membuat ngobrolnya jadi harus teriak-teriak sampai urat leher keluar semua.
Dua orang teman dari Jepang dan Hong Kong berhasil minggat duluan, karena tak tahan dengan berisiknya suara di ruang pesta itu yang kemudian diikuti oleh beberapa teman dari Afrika. Saya tidak seberuntung mereka dan terperangkap di ruang hingar-bingar itu hingga pestanya selesai jam setengah dua dini hari.
Pepatah "lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya" itu bisa dilihat di keriaan tersebut. Ada yang tersenyum lebar, ada yang amat besemangat ngigel sampe capek, ada yang mencoba menghindar dari kemeriahan dengan duduk di pojok ruangan dan ada yang terbingung-bingung memikirkan bagaimana caranya agar bisa minggat secepatnya dari tempat pesta yang riuh rendah itu tanpa harus membuat yang punya hajat malam itu tersinggung.
Sebagai hadiah buat mereka, saya bernyanyi di panggung diiringi musik berdentam dan jogetan teman-teman sekantor yang terheran-heran melihat saya nyanyi ...
Well she was just seventeen, if you know what I mean and the way she looked was beyond compare so how could I dance with another ... uuuuuu ... when I saw her standing there
Mestinya saya nyanyi lagunya Chrisye saja, cuma sayang band pengiringnya ndak pernah tahu lagu itu
Semua yang datang mencium pipinya tapi aku dadanyaaaaaa ... o hip hip hura -hura ...