Entry: Keragaman Monday, October 09, 2006

   9 comments

yoyok
October 12, 2006   07:41 PM PDT
 
Andai ada dunia dimana semua dunia bisa cocok
mpokb
October 11, 2006   04:27 PM PDT
 
keanekaragaman mah udah dari sononya ya pak.. cuma orangnya aja yg suka parno kalo liat yg beda. tak kenal maka parno.. :P
pitik
October 10, 2006   02:50 PM PDT
 
sekarang lagi diseragamkan untuk mendapatkan bencana kayaknya, pakdhe...
tito
October 9, 2006   11:45 PM PDT
 
Analogi yg menarik tentang keseragaman. Membandingkannya dengan perkebunan. Salut! Saya pernah merasakan susahnya jadi minoritas dan sampai sekarang masih, hidup selalu was-was dengan penyeragaman budaya. Senang bila ada yg sadar sisi baik dari keanekaragaman. Thanks
ndoro kakung
October 9, 2006   10:57 PM PDT
 
penasihat keuanganku [haiyah] pernah bilang begini, investasi itu seperti telor. jangan ditaruh di keranjang yang sama.... :D
reza
October 9, 2006   09:04 PM PDT
 
menurut satu riset (mbuh siapa yang riset) seorang manusia akan berusaha - secara sadar atau tidak - untuk mencari pasangan dari gene pool yang berbeda.
mbakDos
October 9, 2006   06:15 PM PDT
 
mau dikasih seragam putih-putih, seragam kotak-kotak, atau seragam batik, ya tetep aja yang make beda tho?!
mungkin ini nih yang suka dilupakeun... mau dipakein baju yang sama kayak gimana juga... namanya orang ya tetep aja beda ;-)
tukang kebon
October 9, 2006   03:58 PM PDT
 
lah klo nda doyan nasi, opo meh dipaksa makan nasi? itu lak membunuh namanya
bambang
October 9, 2006   02:38 PM PDT
 
Pertanyaan duli Lord of Ndobos jelas jawabanya. Ya! itu mengurangi kediddayaan Indonesia. Sebenarnya ini kan sudah banyak nyang bicara. katanya, setiap daerah semestinya mempertahankan ke aneka ragam jenis makanan pokoknya. Seperti orang irian dengan sagu, orang madura dengan jagung, gunung kidul dengan gaplek dll. Dengan demikian beban untuk menyediakan makanan pokok menjadi lebih mudah karena setiap daerah bisa menyediakan sendiri. Tidak perlu harus menanam padi semua. Karena katanya untuk mendapatkan beras itu relatif lebih ribet dibandingkan menyediakan makanan pokok yang lain.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments